Thursday, January 5, 2012

Bekerja di puskesmas

Kali ini adalah kali pertama Aku kerja dipuskesmas dalam rangka melaksanakan kegiatan ilmu kesehatan masyarakat. 2 januari 2012 merupakan tanggal dimana aku harus berubah belajar bertanggung jawab karena profesi dokter bukan cuma menyembuhkan pasien dan laris praktek, melainkan profesi dokter merupakan profesi dimana kita belajar berkomunikasi with people, mengambil keputusan, leader, manager seperti yang tertera di five star doctor. Tak kalah penting adalah belajar bertanggung jawab. Pasien mungkin setelah sembuh atau "tidak sembuh" pasti malas untuk kembali ke dokter lagi. Jadi kita sebagai dokter terkadang loss of follow up pasien kita. Disini pentingnya menjadi great communicator supaya pasien mau kembali lagi untuk kontrol. Disinilah baru kita bisa mempertnggung jwabkan apa yang telah kita lakukan ke pasien.
Pada saat di rumah sakit sebagai koas, beban itu ditanggung sama ppds (program pendidikan dokter spesialis). Jadi kita kurang belajar bertanggung jawab sepenuhnya (baca: sok bijaksana). Di puskesmas merupkan pengalaman yang sangat berharga karena kita bakal dapet banyak pengalaman yang kita ga alami sendiri di rumah sakit. Walaupun kadang kita bingung pasien mau diapakan. Hehehehe....
Ini adalah puskesmas tempat aku memulai bekerja dgn penuh ( baca: belum siap ) tanggang jawab, puskesmas sumberpucung, bukan sumberpocong lho... Tempatnya bagus terutama orang2nya ramah-ramah, bu yati, pak bandi, cak to, mbak heni, bu endah, dr eko, dan msih banyak lagi yang aq gak bisa sebutin satu persatu.
Puskesmas ini merupakan puskesmas yang cukup rame karena per hari nya kita bisa menghadapi 120 pasien, lumayan banyak lah (baca: banyak banget). Kasusnya disini juga beragam, ya walaupun orang bilang puskesmas penyakitnya cuma PUSing, KESemutan, MASuk angin. Beragamnya penyakit disini jadi kita bisa mengeluarkan semua (baca: beberapa yang masih diingat) ilmu yang kita uda dapatkan di RS. Ada yang cuma bapilnas (batuk, pilek, panas), HT urgency, cerumen obsturan, heart failure, sampai TBC.
Puskesmas sumberpucung ini diisi sama 6 orang dokter muda berkompeten (baca: tidak punya pengalaman) yaitu aku, bagong alias panji, ida alias inyu, vivi alias menueng, shinta GG dan eris. Kita disini gak semua bisa menangani kasus dengan baik. Karena ada juga kita yang belum melewati siklus koskap (lab2 yang ada di RSSA) seperti tht, mata, forensik. Jadi disini kita saling membantu satu sama lain mengingat kekurangan tadi. Stase setiap harinya juga dibagi jadi stase balai pengobatan (pasien terbanyak), poli kesehatan ibu dan anak, dan UGD. Ada pula stase luar tapi itu jarang banget, stase luar misalnya kita pergi ke UKS ataupun puskesmas pembantu. Setelah dipilir-pikir seru juga kerja di puskesmas yang agak jauh dari kota. Selain juga kita gak perlu bangun pagi-pagi buat morning report dan dibantai supervisor, kita disini juga merasa bahagia saat melihat pasien yang kita tangani sendiri datang lagi untuk kontrol dan sudah sembuh dari sakitnya. "Matur sembah nuwun pak dokter" kata patra pasien disini kalo sudah kita obati. Sangat merasa terhormat dan bahagia mendengar kata-kata itu. Dan ternyata seperti ini lah rasanya memberi untuk orang lain tanpa ada imbalan, ada kepuasan hati tersendiri. Kalo gak percaya silahkan mencoba. Selamat mencoba.

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio